KAMPAR, BANGKINANG - Pemerintah Kabupaten Kampar di bawah kepemimpinan H Azis Zaenal,SH,MM dan Catur Sugeng Susanto, SH memiliki program peningkatan investasi di berbagai sektor. Program ini dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat yang saat ini banyak bergantung di sektor perkebunan karet dan kelapa sawit.

Investasi dinilai memiliki peranan penting untuk membuka lapangan kerja yang baru dan meningkatkan nilai ekonomi produk dari perkebunan, pertanian maupun perikanan yang berkembang cukup bagus di Kabupaten Kampar.

Secara umum Kabupaten Kampar beriklim tropis dengan suhu udara rata-rata 22`cc-33`cc, kelembapan nisbi rata -rata 78-94 persen, serta curah hujan rata-rata 283 mili meter pertahun, dengan kondisi lahan tanah yang relatif subur.

Kabupaten Kampar seluas 1.128.898 Ha,10.679 Ha (0.95) merupakan tanah sawah, 401.246 Ha (35,54%) lahan perkebunan dan 65.927 Ha (5,84%) hutan.

Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM menjelaskan bahwa Kabupaten Kampar merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Riau dengan luas wilayah lebih kurang 11 ribu KM persegi dan dengan jumlah penduduk yang tercatat lebih kurang 800 ribu jiwa. 

Berbicara dengan industri perkebunan, untuk di Provinsi Riau sendiri Kampar merupakan kebut Sawit terluas. Dimana Kampar pada tahun 2013 saja sudah memiliki perkebunan Sawit mencapi lebih kurang 76,73 persen dan kebun karet lebih kurang 21,58 dari total lahan perkebunan 468.918 Ha.

"Dengan demikian dalam bidang perkebunan Kampar sudah terbukti merupakan peluang investor dalam mengembangkan usaha," terang Azis.

Bupati bertekad untuk bisa meningkatkan lagi perekonomian masyarakat Kampar untuk bisa meningkat serta bagaimana Kampar sendiri benar-benar bisa maju. 

Untuk mewujudkan itu semua, Pemkab Kampar mesti lakukan terobosan-terobosan dalam mengolah, memaksimalkan, hingga membantu memasarkan produk hasil perkebunan, bukan saja ke tingkat nasional, tapi juga internasional.

Sementara itu, Ir.H.Bustan MM Kadis Perkebunan dan Kesehatan hewan Kampar memaparkan sebagian besar potensi wilayah Kampar memang difungsikan untuk pengembangan sektor perkebunan. 

Bustan menjelaskan bahwa luas perkebunan di Kampar berdasarkan data perkebunan tahun 2015, seluas 509.804 Ha dengan jenis perkebunan yang terluas adalah kelapa Sawit seluas 400.540 Ha (78,57%), dan karet seluas 102.313 Ha (20.07%).

"Selebihnya perkebunan kelapa, gambir, pinang dan Kakao," jelas Bustan beberapa waktu lalu.

Diterangkan Bustan dari Kebun Sawit seluas 400.546 Ha tersebut, hanya 198.942 Ha perkebunan rakyat.

Sedangkan produksi kelapa sawit tahun 2015 mencapai 6.843.964 ton tandan buah segar (TBS) dan 33 Unit pabrik kelapa sawit (PKS), dengan kapasitas 1.355 ton TBS/jam. Sedangkan karet yang seluas 102.313 Ha hasil produksinya mencapai 75.721 ton/tahun dengan 4 Unit pengolahan (Crumb Rubber).

"Untuk Saat ini Sawit dan Karet tersebut masih menjadi primadona dan idola petani Kampar," ungkapnya.

Selanjutnya Bustan juga menjelaskan dalam perkebunan sawit dan Karet terdapat juga peluang ekonomi dan investasi yang cukup menjanjikan. 

"Seperti integrasi usaha perkebunan sawit dengan usaha peternakan sapi dan kambing, investasi pakan ternak dari bungkil sawit sertal pupuk organik dari kotoran ternak,"terangnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit, Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar pun mengucurkan program penyuluhan dan pemupukan terhadap petani sawit yang berada di Kabupaten Kampar.

Bustami menyebut dana itu disalurkan dengan membuat program baru dengan membentuk kelompok-kelompok tani untuk setiap desa serta dilakukan pembinaan dan dilakukan badan usaha, dan akan dipresentasikan ke pihak perusahaan. 

“Indonesia adalah perkebunan sawit yang terbesar, dan untuk di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar yang terbesar, seharusnya kampar sudah mendapatkan lahan untuk pengelolaan sawit ini tersendiri,” katanya.

Bupati Tegas Tindak Perkebunan Ilegal 

Bupati Kampar, Azis Zaenal memerintahkan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mendata semua usaha perkebunan di Kampar. Pendataan dilakukan oleh Kepala Desa di wilayahnya masing-masing.

Azis mengatakan, ini adalah langkah awal pengumpulan data untuk menertibkan usaha perkebunan non-prosedural, bahkan ilegal. "Dicatat siapa pemiliknya, dimana letaknya, apa usahanya, berapa luasnya," katanya, belum lama ini.

Menurut Azis, data dari Kepala Desa selanjutnya akan digodok. Kemudian Dinas Perkebunan melakukan validasi data dan mengidentifikasi masalah setiap usaha. Nantinya akan ketahuan usaha yang tak berizin, apalagi masuk dalam kawasan hutan.

"Kalau lahannya lebih dari izin, kembalikan kepada negara. Kalau kurang, saya kasih berapa kekurangannya," kata Azis mencontohkan. Khusus yang berada dalam kawasan hutan, kata dia, jelas harus angkat kaki.

Pernyataan Azis ini sekaligus menyikapi banyaknya konflik lahan di Kampar. Ia menegaskan, kuncinya adalah semua pihak harus mematuhi aturan agar konflik agraria tidak terjadi.

Azis meminta waktu sampai pendataan perizinan lahan selesai. Ia mengatakan, tim belum lama dibentuk dan baru mulai bekerja. Ia tidak mematok target sampai kapan pendataan ini dilakukan.

"Bertahaplah kita selesaikan. Yang dua puluh tahun aja ada yang belum selesai," kata Azis. ?Dalam penyelesaian konflik lahan, ia menjamin dirinya lepas dari kepentingan dengan pihak manapun.

"Saya nggak ada beban. Saya nggak pernah memakan jasa mereka (pemilik usaha). Jadi ya jalan aja," kata Azis.

Majukan Produk Unggulan, Kampar Jalin Kerjasama dengan Perusahan Nasional

Untuk memajukan produk unggulan kawasan pedesaan, Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI melakukan Penandatangan Monerendum of Undestanding (MoU) dengan beberapa Perusahaan Swasta Nasional yang handal di bidangnya.

Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar Sabaruddin, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 9 Maret 2018.

Kerjasama tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan perusahan yang bergerak di bidang pertanian dan perternakan. Ia juga menegaskan kerjasama ini sebagai pendorong Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan guna memberdayakan masyarakat.

Dikatakan Sabaruddin, bahwa berdasarkan hasil rapat yang dilaksanakan antara pihak swasta Nasional dengan beberapa daerah se Indonesia bertempat di Kementerian Desa Republik Indonesia di Jakarta, Rabu, 7 Maret 2018. Realisasi Penandatangan Naskah Kerja Sama ini, Pemerintah Kabupaten Kampar dilakukan oleh Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto.

"Setidaknya ada tiga produk unggulan kawasan Pedesaan yang akan MoU-nya akan ditandatangani Pemerintah Kabupaten Kampar dengan Perusahaan Swasta Nasional, antara lain pertanian untuk komoditi buah-buahan nenas dan jeruk, Pemerintah Kabupaten Kampar akan menandatanganan naskah kerjasama dengan PT Fruit Ing, kedua Mou dengan PT Haqi Putra dalam bidang peternakan dan holtikultura, di bidang komoditi sapi dan kerbau serta jagung, Pemerintah Kabupaten Kampar akan melakukan penandatanganan MoU dengan PT HQ Copora Putra, dan ketiga bidang perkebunan akan ditandatangani naskah kerjasama dengan pihak PT Sinar Mas," jelasnya.

Ditambahkan Sabaruddin, Kabupaten Kampar beserta 79 kabupaten lainnya di Indonesia terpilih untuk bekerjasama dengan pihak swasta nasioanl dalam pengembangan Prukades.

"Hal ini patut diapresiasi karena hanya 79 kabupaten yangg terpilih dari 524 kabupaten yg ada di seluruh indonesia," kata Sabar.

Prukades ini, lanjutnya, dijadikan program unggulan untuk ditetapkan pengembangan potensi di masing-masing wilayahnya. Juga merupakan wujud kepedulian pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja baru dengan produk unggulan desa, ini sesuai dengan visi dan misi Pemkab Kampar di bawah kepemimpinan Azis Zaenal dan Catur Sugeng Susanto. (kom06)

KAMPAR, BANGKINANG - Bupati Kampar Azis Zainal SH. MH bersama wakilnya Catur Sugeng Susanto SH, yakin salah satu program andalannya yakni melalui penguatan sektor industri. Dapat membangun Kabupaten Kampar lebih gemilang, sesuai dengan Jaraknya selama ini untuk menjadikan Kampar Maju.


Dirinya mengatakan, bahwa membangun Kampar mesti dengan industri. Tidak ada negara atau daerah yang maju tanpa industri. Yang tetap mempertimbangkan dari letak geografis daerah tersebut. Nah, untuk Kampar sendiri Industri yang berbasis perkebunan dan pertanian menjadi targetnya.

“Industri yang kita bangun adalah industri yang bahan bakunya ada di Kabupaten Kampar,” ujar Azis beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, dengan industri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah terhadap produksi-produksi perkebunan dan pertanian masyarakat. “Selain membuka lapangan kerja untuk masyarakat dan anak-anak kita, dengan industri kita akan banyak menghasilkan produk-produk hilir yang bermanfaat dan bernilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat,” jelasnya lagi

Pria asal Desa Kuapan ini pun mencontohkan, kalaulah di Kampar ini ada industri-industri hilir dari karet, maka Kampar tidak hanya bisa menjual bahan baku karet saja. Tetapi bisa mengelolahnya hingga produk-produk hilirnya.

“Kita bisa buat ban di Kampar dan berbagai macam produk-produk hilirnya. Begitu juga halnya dengan industri hilir dari perkebunan sawit, di Kampar kita bisa buat pabrik minyak goreng, pabrik sabun dan pabrik-pabrik lainnya,” Azis menambahkan.

Terhadap pengembangan dan peningkatan sektor pertanian, Azis Zaenal berniat agar petani-petani kampar tidak hanya mengandalkan cangkul untuk bersawah. “Tetapi petani-petani itu akan diberikan mesin yang yang berteknologi, sehingga dapat bekerja secara efektif dan efisien, dan hasil produksi pertaniannya dapat meningkat,” bebernya.

Selain itu, dirinya pun menyikapi struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kampar tahun 2017 dimana dari Rp 2,1 triliun APBD Kampar, sebanyak 70 persen habis untuk membayar gaji pegawai, hanya Rp 700 masyarakat belanja untuk masyarakat menyampaikan visi misi pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kabupaten Kampar tahun 2017 lalu

Ironis, karena untuk biaya masyarakat Kabupaten Kampar yang hampir 1 juta hanya tersisa APBD Rp 700 miliar. “Konstruksi ini harus dirubah,” tegas Azis.

Oleh sebab itu kata Azis, sektor industri inilah yang akan menjadi solusi agar Kampar maju. Baik pertanian,  perkebunan maupun industri pariwisata. Salah satu caranya dengan menggandeng investor untuk membangun Kampar sesuai dengan program 3i yang digagasnya yaitu investasi, industri dan infrastruktur.

“Bisa dilihat bagaimana Batam, Singapura, Malaysia, Jepang, Taiwan maju karena industri. Sekarang kita tertinggal sama Thailand dan Myamnar. Karena kita asik berpolitik, berantam saja,” ucapnya.

Namun hal tersebut juga harus didukung iklim usaha di Kampar kondusif. “Tak mungkin usaha maju kalau iklim tak kondusif. Pengusaha dua syarat yang dimintanya, aman dan untung.” Ini tugas utama kita bagaimana investor masuk, keamanan terjaga dan investasi untung,” katanya.

Pria yang masih menjabat Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau itu juga menginginkan uang harus berputar di Bangkinang. “Bukan tak boleh tinggal di Pekanbaru. Asisten,  camat belanja di Kampar. Uang dapat dari APBD di Kampar beli kentucki fried chicken, makannya di Pekanbaru. Seharusnya dibalik,” ulas Azis.

Untuk mewujudkan itu semua, rasanya langkah Azis tidak terlalu sulit. Hal ini terlihat bagaimana pihak terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pun seolah telah mempunyai langkah langkah kongrit dalam mendukung program tersebut.

Seperti dipermudahnya dalam hal soal perizinan yang saat ini prosesnya lebih efisien, juga dalam era digitalisasi saat ini. Para pelaku usaha diberikan berbagai macam kemudahan dalam proses perizinan.
Juga dari pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja yang telah merencanakan pembangunan kawasan industri. Dan pada 2017 ini telah mengajukan anggaran perencanaan, setelah itu baru masuk ke tahap ganti rugi dan berkelanjutan hingga proses pembangunan.

Menurut Syamsul Bahri selaku Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar, pengembangan kawasan industri ini diharapkan mampu menciptakan sektor ekonomi baru untuk masyarakat.

Bersama kita mendukung apa yang menjadi harapan dan visi Bupati, dan memang sudah selayaknya Kampar mempunyai kawasan industri. Dirinya pun optimis banyak manfaat yang akan dirasakan oleh Kampar, di antaranya akan ada pemanfaatan teknologi, penyerapan tenaga kerja, belanja modal, peningkatan PAD dan dampak lainnya.

‘’Rencananya kita akan membangkitkan kawasan ini di Kecamatan Tambang  yang berbatasan dengan Pekanbaru, di kawasan ini nantinya akan ada pabrik atau industrinya, kawasan pergudangan hingga fasilitas penunjang  lainnya,’’ ujarnya beberapa waktu lalu. (kom04)

KAMPAR, TAMBANG - Pemerintah Kabupaten Kampar yang dipimpin Bupati Kampar, Azis Zaenal meninjau beberapa pembangunan insfrastruktur jalan di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Jumat (1/12/2017). Selain meninjau pengerjaan pembangunan jalan, Bupati Kampar ini mengatakan juga menyempatkan meninjau pembangunan gedung Serba Guna, tepatnya di Desa Kuapan Kecamatan Tambang.

http://www.beritakampar.com/
Berdasarkan data yang diperoleh, pengerjaan jalan dilakukan sepanjang 1,7 KM yang masuk dalam tahun anggaran 2017. Bupati mengatakan bahwa Pemkab Kampar berusaha untuk konsisten dalam menjalankan program yang telah dipersiapkan yakni program 3i, dimana salah satunya adalah peningkatan infrastruktur. 

"Semoga dengan terus dibangunnya infrastruktur ini akan meingkatkan laju ekonomi masyarakat" Harap Azis Zaenal yang menambahkan bahwa pemkab Kampar akan terus berupaya untuk selalu mengejar ketertinggalan dalam Infrastruktur terutama yang bersentuhan langsung dengahn kebutuhan masyarakat.

http://www.beritakampar.com/
Kata Bupati, salah satunya program 3i tersebut dengan peningkatan infrastruktur jalan. ia berharap pengerjaan jalan ini segera rampung dan masyarakat dapat menikmati pembangunan. ''Selain meninjau infrastruktur jalan, kita kita tadi juga menyempatkan meninjau pembangunan gedung pemerintah di Desa Kuapan. Memanfaatkan waktu dihari libur," ucapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas PU PR Kabupaten Kampar, Zaidi Dahlan saat dihubungi mengatakan, berdasarkan website LPSE Kampar yang diakses, proyek jalan di Desa Kualu Nenas tersebut mengerjakan sepanjang 1,5 kilometer dengan pagu anggaran Rp. 3 miliar. Dan dikerjakan oleh PT. Usaha Abdan Sakura sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak sebesar Rp 2.771.493.160.

Dan Gedung Serba Guna di Desa Kuapan, kata Zaidi adalah pengerjaan lanjutan dengan pagu Rp400 juta. Proyek ini dikerjakan oleh CV. Duta Putra Riau dengan nilai kontrak Rp. 390 juta.(adv-kim)

KAMPAR, SALO - Dengan berbagai halangan, rintangan dan tekanan, namun akhirnya Bupati Kampar H Azis Zaenal,mulai menuntaskan satu persatu permasalahan lahan yang terjadi di tengah masyarakat. Yang terbaru adalah konflik lahan antara masyarakat Desa Siabu, Kecamatan Salo dengan PT Ciliandra Perkasa. 

Persoalan ini telah terjadi berlarut-larut dan masyarakat telah menanti selama belasan tahun untuk menuntut hak mereka. 

http://www.beritakampar.com/
Jalan terang kini telah terbuka dalam perjuangan masyarakat Siabu. Sengketa masyarakat Desa Siabu dengan PT Ciliandra Perkasa memperoleh penyelesaian dan win-win solution dari Bupati Kampar H Azis Zaenal bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). 

Solusi tersebut disampaikan oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal kepada sejumlah wartawan dalam acara jumpa pers, Senin (20/11/17) di Ruang Rapat Lantai Kantor Bupati Kampar. 

Turut hadir Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto, Komandan Kodim 0313/KPR Letkol Inf Beni Setiyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Bangkinang, Wakil Komandan Batalyon 132/BS, Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, Sekda Kabupaten Kampar Yusri, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kampar M Faisal dan anggota DPRD Kampar Fahmil, Kepala Desa Siabu, ninik mamak dan masyarakat Desa Siabu. Dari pihak PT Ciliandra Perkasa hadir Direktur Utama Hareanto Tananuludjono. 

Bupati Kampar H Azis Zaenal dalam jumpa pers ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kampar sebagai mediator antara masyarakat Desa Siabu, Kecamatan Salo dengan PT Ciliandra Perkasa telah mempelajari data dari berbagai pihak dan tidak ada yang ditutup-tutupi. 

“Setelah kita mengadakan pertemuan, berunding dan dialog serta berkali-kali saya mengadakan rapat internal bersama Forkopimda, wakil bupati, Sekda dan para kepala OPD, tidak ada satupun yang kita tutup-tutupi," tegasnya. 

http://www.beritakampar.com/
Bupati memaparkan bahwa semuanya berjalan sangat transparan dan setelah mempelajari masukan-masukan yang dianggap tanda kutip perbedaan pendapat, selisih pendapat, data kebun yang dibangun oleh PT Ciliandra di sekitar daerah Siabu, Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan mediasi apa yang diminta oleh masyarakat Siabu. 

"Apa yang dikehendaki oleh PT Ciliandra kemudian fakta-faktanya kita perhatikan, data-datanya kita lihat dan kita pelajari maka dapatlah suatu kesepakatan penyelesaian terhadap kondisi kebun di Siabu yang dikelola dan ditanam oleh PT Ciliandra," kata Bupati Kampar saat itu. 

Azis Zaenal juga mengatakan, inilah hasil kerja Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Forkopimda untuk mencari win-win solution sehingga investor tidak terganggu untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Kampar dan masyarakat pun dapat terbantu ekonominya. 

Adapun hasil kesepakatan tersebut adalah sebagai berikut: 

Kesepakatan bersama Nomor 0204/SKB/04/XI/2017 dan No.525bid.up.p./2017/487 antara PT Ciliandra Perkasa dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Pada hari ini Selasa, 14 November 2017 bertempat di Pekanbaru. 
  1. Kami yang bertanda tangan dibawah ini Hareanto Tananuludjono (Direktur utama PT Ciliandra Perkasa) selanjut disebut pihak pertama 
  2. H Bustan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Kampar (Pemerintah Kabupaten Kampar) selanjut disebut pihak kedua. 

Bahwa pihak pertama dan pihak kedua secara bersama-sama sepakat selanjutnya disebut sebagai para pihak, terlebih dahulu para pihak menerangkan sebagai berikut : 
  1. Pihak pertama memiliki areal kebun yang belum memiliki HGU seluas 2845 Heaktar di Desa Siabu yang saat ini terjadi konflik dan dituntut oleh masyarakat Desa Siabu untuk dijadikan kebun pola KKPA dan membutuhkan pihak kedua untuk mengurus dan menyelesaikan antara pihak pertama dengan masyarakat Desa Siabu. 
  2. Selanjutnya kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan PT Ciliandra dengan masyarakat Desa Siabu untuk melakukan pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA untuk masyarakat Desa Siabu dengan ketentuan sebagai berikut : 

  • PT Ciliandra Perkasa bersedia membangun kebun kelapa sawit seluas 600 Heaktar yang lokasinyanya diutamakan di sekitar desa Siabu, apabila tidak ada lahan di sekitar Desa Siabu maka akan di bangun di daerah lain namun tetap di daerah Kabupaten Kampar. 
  • Bahwa biaya pembebasan lahan sampai dengan pembangunan lahan seluar 600 hektar di biayai oleh PT Ciliandra Perkasa yang nantinya akan dibebankan kepada koperasi yang nantinya akan dibentuk oleh masyarakat Desa Siabu. 
  • Bahwa koperasi sebagai wadah anggota masyarakat Desa Siabu akan segera dibentuk dan dilanjutkan kerjasama dengan PT Ciliandra Perkasa dalam rangka pembangunan kebun kelapa sawit. 
  • Selama masa pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA seluas 600 Heaktar, PT Ciliandra Perkasa memberikan dana kompensasi kepada Desa Siabu sebasar Rp.500 juta setiap bulan, setiap akhir bulan terhitung bulan November 2017 sampai dengan pembangunan kebun baru KKPA selesai dan telah menghasilkan untuk diserahkan langsung kepada koperasi masyarakat Desa Siabu. 
  • Bahwa apabila PT Ciliandra Perkasa dalam jangka waktu 7 (tujuh) tahun belum dapat menyerahkan kebun kelapa sawit pola KKPA seluas 600 Heaktar kepada masyarakat Desa Siabu maka PT Cilandra Perkasa bersedia menyerahkan lahan perkebunan yang ada, yang dimilikinya, yang belum HGU, dan kebun yang ada sekarang akan diserahkan kepada masyarakat Siabu dengan pola KKPA. 
  • Bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan memberikan izin perkebunan seluas 600 Heaktar kepada kepada koperasi masyarakat Desa Siabu sesuai ketentuan yang berlaku, sesuai dengan aturan yang berlaku. 
  • PT Ciliandra Perkasa memberikan CSR kepada Pemerintah Kabupaten Kampar tahun 2017 sebesar Rp.1,2 Miliar yang dipergunakan untuk pembangunan Kabupaten Kampar. 
  • PT Ciliandra Perkasa bersedia membuka akses jalan dan membongkar portal yang ada di area perkebunannya, yang merupakan ruas jalan Bangkinang – Lipat Kain untuk kepentingan umum paling lambat 7 (tujuh) hari seteleah kesepakatan ini ditandatangani demikian juga Pemerintah Kabupaten Kampar bersedia membongkar portal untuk membuka akses PT Ciliandra Perkasa melalui jalan Bangkinang dan Salo. 
  • Bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan menjaga keadaan kondusif untuk terlaksananya kegiatan usaha kebun kelapa sawit PT Ciliandra Perkasa di Desa Siabu dan tidak adanya tuntutan dalam bentuk apapun selama semua kesepakatan bersama telah dilaksanakan oleh PT Ciliandra Perkasa kecuali di tentukan oleh peraturan perundang-undangan lain. 


http://www.beritakampar.com/
Bupati Kampar menjelaskan bahwa kesepakan ini mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan dibubuhi materai yang cukup dan para pihak menandatangani tanpa ada paksaan dari pihak manapun. 

Sebelum kesepakatan ini terjadi, Bupati Kampar dan pejabat lainnya sempat turun ke lokasi PT Ciliandra Perkasa Rabu (11/10/2017) karena pihak perusahaan tetap memasang portal. Padahal sebelumnya telah terjadi kesepakatan pertama Rabu, 13 September 2017 lalu. 
Bersama Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri langsung turun ke lokasi yang diportal. 

Bupati Kampar H Azis Zaenal bersama rombongan meninjau tiga portal yang dipasang oleh PT Ciliandra ini, dimulai dari Portal I sampai Portal III. 

Saat di lokasi, Azis Zaenal menegaskan, penutupan portal ini harus mengikuti aturan apalagi ini terkait kelancaran transportasi masyarakat. Apabila perusahaan beralasan akan terjadinya pencurian sawit jika tidak ada portal, bupati minta perusahaan menggunakan cara lain dalam melakukan pengamanan, jangan dengan cara menutup jalan masyarakat dan bagaimanpun lokasi ini adalah wilayah Kabupaten Kampar. 

Berkaitan luas lahan yang dikuasai perusahaan, Azis juga menegaskan bahwa perusahaan harus bisa menunjukkan bukti-bukti dan jika bukti itu ada dan lengkap maka masyarakat tidak pula bisa menuntut. 

Bupati Azis juga berjanji akan terus mencari jalan penyelesaian, salah satu dengan cara mediasi dan turun langsung ke lapangan. "Agar jangan sepanjang masa kita hanya terus menyelesaikan masalah itu-itu saja, nah kemudian apabila ini ada sebagian yang mesti sudah menjadi haknya masyarakat dihitung berapa biaya dana dan apa kompensasi untuk masyarakat kita musyawarahkan, sepanjang itu bisa kita musyawarahkan," kata Azis. 

Terkait ketidaknyamanan masyarakat akibat portal PT Ciliandra Azis juga minta pada Jum'at (13/10/17), pihak perusahaan melakukan ekspose dengan masyarakat di depan Pemkab Kampar. 

http://www.beritakampar.com/
Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan masyarakat dengan PT Ciliandra Perkasa telah melahirkan tiga poin kesepakatan dalam rapat fasilitasi di ruang rapat bupati Kampar, Rabu (13/9/17) lalu. 

Rapat ini dipimpin langsung Bupati Kampar H Azis Zaenal didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto. Hadir juga forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), Camat Salo Marzali, Plt Camat Kampar Kiri, Salman Djamaludin, Kepala Desa Siabu, Heri A Firdaus dan belasan perwakilan masyarakat. 

Hanya saja dari pihak perusahaan tidak dihadiri orang yang bisa mengambil kebijakan atau pimpinan tertinggi PT Ciliandra Perkasa. Hadir mewakili perusahaan Chief Security, Alfian. 

Ada tiga kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara hasil rapat koordinasi PT Ciliandra dengan Pemkab Kampar bersama masyarakat. 

Pertama adalah, PT Ciliandra Perkasa setuju untuk membuka portal dan akan diberitahu manajemen PT Ciliandra Perkasa ke Pemkab Kampar paling lambat 20 September 2017. 

Kedua, PT Ciliandra setuju mengakomodir tuntutan masyarakat untuk memberi kebun pola KKPA. Ketiga, Pemkab akan membentuk tim pembagian kebun pola KKPA dengan mengikutsertakan kepala desa, tokoh masyarakat dan ninik mamak. 

Berita acara hasil rapat fasilitasi ini ditandatangani 12 orang termasuk Bupati Kampar H Azis Zaenal. Selain itu juga ditandatangani Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, Chief Security PT Ciliandra Perkasa Alfian AR, Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto, Komandan Batalyon Infanteri 132 Bima Sakti Mayor Infanteri Aidil Amin. 

Ditandatangani juga oleh Kajari Kampar Dwi Antoro, Kasdim 0313 KPR Mayor Harmen Amzamal, Camat Salo Marzali, Plt Camat Kampar Kiri Salman Djamaludin, Kepala Desa Siabu Heri A Firdaus, Sekdes Siabu Nurbaini dan tokoh masyarakat Salman.(adv-kim)

KAMPAR, BANGKINANG - Peningkatan pelayanan kesehatan selalu didambakan masyarakat Kabupaten Kampar. Menjawab hal itu, Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati Kampar H Azis Zaenal,dan Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto,tahun ini telah memulai pembangunan gedung baru RSUD Bangkinang di Jalan Lingkar, Bangkinang. 
Dengan adanya pembangunan gedung baru yang akan menambah fasilitas rawat inap akan membantu upaya Pemkab Kampar untuk meningkatkan status rumah sakit menjadi tipe B. 

http://www.beritakampar.com/
Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan gedung baru berlantai lima untuk ruang rawat inap dan beberapa ruangan lainnya dilakukan, Senin (25/9/17) oleh Bupati Kampar. 

Gedung baru ini terletak di samping bangunan gedung utama atau di sebelah selatan gedung utama. 

Kegiatan ini dihadiri juga Direktur RSUD Bangkinang J Wira Dharma Kepala Dinas Kesehatan H M Haris dan kepala organisasi perangkat daerah lainnya, anggota DPRD Kabupaten Kampar, forkopimda, Tim TP4D dari Kejari Kampar dan lainnya. 

Direktur RSUD Bangkinang H Wira Dharma dalam sambutannya menyampaikan gedung baru ini rencananya bisa menampung 175 unit tempat tidur yang diperuntukkan untuk kelas III. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, sebanyak 35 persen rawat inap di rumah sakit wajib untuk kelas III. Diakuinya, selama ini RSUD Bangkinang sering merujuk pasien karena tempatnya tidak memadai. "Untuk VIP hanya sembilan, ini yang jadi rebutan masyarakat Kampar," katanya. 

Wira menyebutkan, tahun ini adalah pembangunan pondasi dan peletakan struktur basement dan struktur lantai satu. 

Berdasarkan lelang bernilai Rp 10,5 miliar. Pembangunannya dilanjutkan tahun 2018 mendatang. Gedung ini rencanannya Berlantai lima. Lantai satu untuk rawat jalan, lantai dua untuk ruang rawat inap kelas III dan lantai empat dan lima juga untuk rawat inap serta ruang pertemuan dan keperluan untuk pendidikan. 

Ia mengungkapkan, untuk menyelesaikan pembangunan gedung baru ini masih membutuhkan dana Rp 58 miliar lagi. "Alhamdulillah terobosan bupati ke Kemenkeu dan pertemuan di Bogor, pusat telah merestui Rp 58 miliar. Pekerjaan tahun ini dikerjakan PT Mitra Andalan Sakti dengan masa kerja 120 hari. 

http://www.beritakampar.com/
Lebih lanjut dikatakan, saat ini RSUD Bangkinang telah berada dibawah badan layanan umum daerah (BLUD), mengelola pendapatan sendiri dan mengeluarkan uang sendiri. 

Sesuai Peraturan Presiden tentang pengadaan, pihaknya mencoba memperbaiki seluruh layanan yang jadi keluhan masyarakat selama ini. 

Di hadapan Bupati Kampar, Wira mengakui bahwa RSUD Bangkinang adalah tumpuan keluhan masyarakat karena begitu banyaknya keluhan masyarakat kepada Bupati Kampar. "Dengan menjadi BLUD maka makin lama makin bisa meningkatkan pelayanan," katanya. 

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan SK di Dirjen di Kementerian Kesehatan tahun 2016, RSUD Bangkinang telah ditunjuk menjadi RSUD rujukan regional bersama RSUD Pelalawan, Bengkalis dan Dumai. "Secara berjenjang akan menampung RSUD di sekitarnya," terangnya. 

Berdasarkan amanat Dirjen juga paling tidak RSUD Bangkinang telah menjadi jadi tipe B tahun 2016. 

Ia mengatakan, RSUD Bangkinang mulai pindah bulan April 2015 dan pindah secara keseluruhan April 2016 RSUD Bangkinang. 

Saat ini ada 22 orang tenaga dokter spesialis dengan 12 spesialisasi, 12 orang dokter umum, 5 orang dokter gigi, 8 apoteker, sisanya ratusan perawat dan bidan serta pegawai yang diangkat dengan dibiayai dari pendapatan RSUD sendiri. 

Jumlah ini menurut Wira belum memadai, namun disatu sisi RSUD harus dikelola dengan efektif. 

Ia menjelaskan, jika bangunan baru ini selesai, maka akan dibutuhkan lagi sebanyak 200 orang perawat karena idealnya satu tempat tidur didampingi dua orang perawat. 

Untuk mewanti-wanti berbagai hal yang tidak diinginkan dalam pembangunan gedung miliaran rupiah ini. Bupati tegaskan jangan ada addendum pada pembangunan gedung RSUD Bangkinang 

Bupati minta agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan jangan sampai ada addendum atau permintaan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. 

http://www.beritakampar.com/
Kepada Direktur RSUD Bangkinang H Wira Dharma Bupati Kampar minta agar mengutamakan kegiatan pembangunan gedung dengan sebaiknya sehingga time schedule yang disepakati selama empat bulan bisa selesai dengan baik. 

Dikatakan, pembangunan gedung ini hendaknya bermanfaat untuk masyarakat. "Karena pasien sudah menunggu. Jangan ada addendum lagi, hujan diundur lagi. Saya pengusaha pak hafal saya itu. Tolong dijaga betul," tegas Azis lagi. 

Dalam kesempatan ini Azis membeberkan bahwa tahun ini dana untuk pembangunan gedung di RSUD Bangkinang dari Kementerian Kesehatan harus dikembalikan lagi sebesar Rp 40 miliar karena Pemkab Kampar dalam hal ini RSUD Bangkinang tidak sanggup menghabiskan dana itu dan hanya sanggup untuk melakukan pembangunan tahap awal atau membangun basement dan struktur lantai satu yang dananya sebesar Rp 10,5 miliar setelah dilelang. 

"Kita yang tak sanggup habiskan dana itu. Kita tak sanggup, lucu Kabupaten Kampar ini. Kita dikasih uang empat puluh milir tak sanggup sampai akhir Desember," kata Azis. 

"Kita ditransfer Rp 13 M. Sisanya Ro 30 M ngambang di awang-awang kembali ke pusat,' bebernya lagi. 

Menurut Azis, nilai bangunan RSUD Bangkinang ini luar biasa. Ia menghitung, dengan dana Rp 10,5 miliar, luas bangunan yang dibangun 1500 meter persegi, atau satu meter persegi bernilai Rp 10 juta. "Artinya ini bangunan luar biasa," kata Azis. 

Meski ada dana yang kembali ke pemerintah pusat sebesar Rp 40 miliar tahun ini, namun Azis yakin bahwa tahun depan akan turun sebesar Rp 50 miliar untuk melanjutkan pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap Kelas III lima lantai ini. 

"Setelah saya konsultasi dengan Menkeu dan Menkes, hampir pasti anggaran tahun depan turun 50 M lagi," beber Azis yang juga didampingi Catur Sugeng Susanto dan Staf Ahli Yusri dalam acara ini. 

Ia minta Direktur RSUD Bangkinang Wira Dharma mempersiapkan diri untuk kelanjutan pembangunan gedung RSUD seluas 5000 meter persegi dan ia berharap tahun depan lebih siap lagi menerima kucuran dana dari pemerintah pusat. 

http://www.beritakampar.com/
"Ini bangun Kampar luar biasa. Saya siap gas ke pusat agar dana 50 M betul-betul untuk kita. Cuma jangan dikembalikan lagi," tegas Azis. 

"Kalau mulainya bulan Juni tahun depan dipastikan dana ini tak terserap sehebat apapun kontraktornya," imbuhnya. 

Azis berharap pembangunan ground breaking dan kelanjutannya selesai. "Kita membuat seremoni terus tapi di proyeknya tak selesai-selesai," kata Azis. 

Ia berharap bangunan ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kampar. Apalagi ada 175 tempat tidur yang akan bisa ditampung di bangunan baru ini. 

Sebagai rumah sakit rujukan regional, kata Azis, pemerintah pusat akan konsern, care dan peduli untuk tingkatkan mutu layanan kesehatan. 

Tidak hanya berupaya membangun gedung. Bupati Kampar ternyata punya catatan tersendiri karena sering mendengar keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan dari petugas medis. Bupati Kampar H Azis Zaenal bermohon kepada seluruh tenaga medis baik dokter, perawat dan bidan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang bersikap ramah kepada pasien. Bahkan permohonan ini sempat disampaikannya dua kali. 

"Pelayanan terhadap pasien mutlak dari ibu bapak dokter, saya mohon betul diperhatikan. Rawatlah dengan baik dan benar. Walau mereka dari orang miskin," ujar Azis. 

Menurut Azis, jika service atau pelayanan tidak bagus maka orang yang sakit menjadi mati. Ia juga membandingkan pelayanan tenaga medis di luar negeri dengan di Indonesia. "Kalau di luar negeri pasien diterima dengan senyuman dan keramahan. Kalau orang sakit belum pulang sudah sehat, ada sugestinya," beber Azis. 

"Saya bermohon kepada para ibu dan bapak dokter, perawat tolong diberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Beri perawatan, senyuman, dan obat sehingga percepatan kesembuhan lebih baik," katanya.(adv-kim)

KAMPAR, BANGKINANG - Sektor Pariwisata memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, hal itu akan terwujud jika dikelola dengan baik serta tersedianya infrastruktur yang memadai. Tentunya hal ini akan menarik minat Wisatawan mengunjungi sebuah lokasi wisata.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Pariwisata memberikan pengaruh tersendiri bagi perkembangan perekonomian di daerah. Dengan adanya tempat-tempat wisata di daerah memberikan manfaat positif bagi perekonomian masyarakat setempat serta membantu meningkatkan perekonomian daerah. Pariwisata ikut berkontribusi meningkatkan kemampuan kerja dan usaha. Dengan adanya pembangunan objek wisata secara langsung dan tidak langsung dapat meningkatkan kesemptan kerja dan usaha. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar H Syamsul Bahri beberapa hari yang lalu saat di jumpain di ruangan kerjanya.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Dijelaskannya, ‘Pembangunan Objek Wisata meningkatkan kesempatan kerja misalnya dilihat dari segi akomodasi, restoran, angkutan wisata, taman rekreasi, dan cendera mata. Adanya tempat-tempat wisata juga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengeluaran atau pembelanjaan para pengunjung akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi masyarakat setempat. Masyarakat setempat banyak memanfaatkan tempat-tempat wisata sebagai ladang untuk mencari nafkah’, ujarnya lagi.

Ditambah oleh H Syamsul Bahri, sebab Kabupaten Kampar sendiri mempunyai ciri khas tersendiri baik sari segi makannya seperti Luo, Gulai Lingkitang, Sate Kerang Ikan Dalai Moran, Kue Jalo, Stik Jengkol, Katupek Sri Kayo, Buajik, dan Dendeng Jantung Pisang, Lopek Bogi dan banyak lainnya begitu juga untuk tempat pariwisata.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Diantaranya Wisata Ulu Kasok, Air Terjun Pulo Simon, Air Terjun Gulamo, Cilakio  Rumah Lontiok, Mesjid Jamit, Kuburan Raja, Bukit Naang, Bukit Candika, Air Terjun Pangkalan Kapas, Lubang Kalam, Hutan Pinus, Lobang Kolam DAM PLTA, Air Terjun Panisan, Bukit Lontiok. Candi Muara Takus, Air Terjun Hilang dan masih banyak yang lainnya seperti yang lagi ngetren yang banyak orang bilang seperti grand canyon yang ada di Amerika.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Semua tempat wisata tersebut bisa mendatangkan PAD bagi Kabupaten Kampar jika di kelola dengan bekerjasama Pemerintah Daerah, pihak swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata di daerah, agar dapat terwujud manajemen kepariwisataan yang baik pada seluruh bidang pendukung, sehingga dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pula terhadap peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Kampar sendiri.

Dalam hal ini tentu kita kedepannya akan memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan keberhasilan sektor pariwisata, antara lain dengan mengalokasikan dana APBD yang proporsional untuk membiayai pembangunan Infrastruktur Kepariwisataan (seperti jalan, listrik, dan telekomunikasi), memfasilitasi masyarakat dan pihak swasta dalam mengelola potensi wisata (seperti wisata budaya dan wisata alam), dan pemasaran potensi wisata yang ada di daerah di Kabupaten Kampar Provinsi Riau ini, karena target kita dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar kedepan bagamana supaya bisa  menjadikan Kabupaten Kampar sebagai ikon wisata Provinsi sehingga kabupaten yang ada di Provinsi Riau tidak keluar prpinsi lagi dalam mencari hiburan nanun cukup di Kabupaten Kampar saja’, ujarnya. (adv-kim)

KAMPAR, BANGKINANG - Pemerintahan Kabupaten Kampar melalui Dinas PUPR Kabupaten Kampar Indra Pomi berkeinginan menjadikan Kabupaten Kampar pusat pengembangan kawasan industri sebagai salah satu solusi dalam menggali potensi dalam mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah guna menwujudkan kabupaten Kampar sebagai kabupaten percontohan di Provinsi  Riau baik di bidang pembangunan, ekonomi, kesejahteraan masyarakat dan moral.

Menurutnya, 'sangat banyak faktor yang mendorong bisa mewujudkan itu semua baik dari bentuk alam, kondisi  geografis, serta peran serta masyakatnya yang antusias. Tentu ini semua memjadi pendorong serta pendukung dalam mmwujudkan itu semua', Ujar Indra Pomi.

Ditambahkan, Indra Pomi, 'kawasan industri dipercaya mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten kampar  yang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 5 Triliun. 

Dan konsep kawasan industri yang akan kita lakukan di Kampar berbeda dan lebih luas dari konsep kawasan industri yang sudah dikenal oleh masyarakat kampar selama ini. Kota industri merupakan konsep kota yang mengintegrasikan kawasan industri, hunian dan komersial dengan konsentrasi kegiatan penduduk yang tinggi dengan konektivitas yang baik dengan daerah-daerah sekitarnya'.

Perlu kita ketahui, tujuan pembangunan kawasan industri secara tegas dapat di simak di dalam Kepres No. 41 Tahun 1996 Tentang Kawasan Industri, pada pasal 2 yang menyatakan ”Pembangunan kawasan industri bertujuan untuk :
  1. mempercepat pertumbuhan industri di daerah;
  2. memberikan kemudahan bagi kegiatan industri;
  3. mendorong kegiatan industri untuk berlokasi di kawasan industri;
  4. meningkatkan upaya pembangunan industri yang berwawasan lingkungan.
Tujuan utama pembangunan dan pengusahaan kawasan industri (industrial estate) adalah untuk memberikan kemudahan bagi para investor sektor industri untuk memperoleh lahan industri dalam melakukan pembangunan industri. Pembangunan kawasan industri dimaksudkan sebagai sarana upaya pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih baik melalui penyediaan lokasi industri yang telah siap pakai yang didukung oleh fasilitas dan prasarana yang lengkap dan berorientasi pada kemudahan untuk mengatasi masalah pengelolaan dampak lingkungan yang ditimbulkan kawasan perindustrian ditujukan untuk pembangunan industri di daerah guna mempertinggi

Oleh sebab itu, pengembangan kawasan perindustrian terutama dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak perangsang kepada para penanam modal. Langkah tersebut akan mengurangi masalah mereka untuk menciptakan atau mendapatkan tempat bangunan, dan dapat mengurangi biaya yang diperlukan utuk mendirikan industrinya karena bangunan perusahaan dapat disewa atau di beli dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Kawasan perindustrian dapat menimbulkan pula berbagai jenis external aconomies kepada industri-industri tersebut. Dengan demikian adanya pertumbuhan industri dalam kawasan industri dapat mempertinggi efisiensi kegiatan industri tersebut.

Badan Pusat Statistik  mencatat, tingkat kesejahteraan masyarakat kabupaten kampar  sampai saat ini masih timpang tindih kerana masih sedikit nya namanya kawasan industri atau lokasi industri. 

"Semoga nanti  dengan keberadaan investasi yang besar dapat mendorong pembangunan secara masif sehingga memberikan keuntungan lain. Berbagai keuntungan itu adalah peningkatan nilai objek jual beli pajak dan tanah, pertumbuhan pusat perekonomian, pendirian pabrik, kemunculan pusat perdagangan, serta pasar sehingga masyarakat akan tetap berada di daerah tanpa harus mencari lapangan pekerjaan di luar daerah", ungkapnya lagi.

Untuk mengembangkan kawasan industri yang terintegrasi, kata dia, diperlukan investasi yang besar baik dari investasi dalam negeri ataupun luar negeri terutama saat membangun infrastruktur dan menarik anchor investors untuk masuk. Manfaat dari investasi tersebut akan menghasilkan pendapatan yang bisa digunakan dalam membangun daerah itu sendiri.

“Kami sudah membuat jalan-jalan untuk membuka daerah-daerah baru yang dapat digunakan sebagai daerah tujuan investasi perumahan, industri, dan lain sebagainya", tutupnya. (kim)

KAMPAR, BANGKINANG - Persoalan masyarakat kurang mampu atau miskin di Kabupaten Kampar yang selama ini menjadi momok menakutkan jika berobat ke Rumah Sakit adalah masalah biaya berobat yang tinggi hingga prosedur yang berbelit.

Hal inilah yangmenjadi ketakutan tersendiri bagi meraka yang ingin mendapatkan pelayanan Kesehatan. Namun, semua itu akan segara teratasi dengan diprogramkannya oleh Aziz Zainal dan Catur Sugeng. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar siap menberikan kartu Jamkesda kepada puluhan ribu masyarakat kurang mampu se-kabupaten Kampar demi mewujudkan pelayanan terbaik di bidang kesehatan bagi seluruh masyarakat.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr Harris
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Harris melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Deny Sambudi yang ditemui beberapa waktu lalu diruangannya.

Dijelaskan, Sambudi,"program ini sangat penting kerena bidang kesehatan ini merupakan salah satu program utama yang menjadi prioritas Bupati terpilih Aziz Zainal-Catur Sugeng dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan terbaik. 

Seyogyanya, masyarakat mampu dan tidak mampu harus memperoleh pelayanan yang sama dan sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi dimana negara harus hadir ditengah masyarakat dalam memberikan pelayan kesehatan. Dan tentu ini menjadi tugas pokok dari dinas kesehatan kabupaten kampar", tukasnya.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Kedepan.kita akan melakukan validasi data penerima jamkesda yang lama dengan yang baru sebab ini penting kita lakukan pengecekan ulang kerena  yang dulunya miskin atau kurang mampu sekarang sudah kaya tentu tidak layak lagi kita masukkan sebagai peserta Jamkesda.

Maka dalam waktu dekat ini kita memang mencurahkan energi dan waktu guna menvalidkan data guna memastikan penerima jamkesda betul-betul tepat pada sasaran yang ingin di capai. Namun dalam hal ini, yang lama bukan dalam arti kita terfokus pada data yang ada, bagi masyarakat kabupaten Kampar yang selama ini tak masuk atau belum menjadi peserta anggota Jamkesda dimana dikategorikan miskin bisa mengusulkan kembali kepada Dinas Kesehatan kabupaten Kampar dengan melalui proses dimana calon peserta wajib memikirkan surat keterangan tidak mampu dari Desa dengan yang diketahui oleh Kepala Desa kemudian oleh pihak kecamatan tempat domisili, setelah itu baru diusulkan ke Dinas Kesehatan kabupaten Kampar dan itu akan menjadi pertimbangan kita nanti ke depannya untuk segera di masukkan.ke peserta Jamkesda.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Deni Sambudi
Ditambahkan Sambudi, "Dari data sementara peserta Jamkesda lebih kurang sebanyak 35 ribu jiwa, BPJS dibiayai negara se kabupaten Kampar sebanyak 223 ribu jiwa dan Jamkesda dengan propinsi lebih kurang sebanyak 35 ribu jiwa 

Jadi keseluruhan peserta JKM di kabupaten Kampar sebanyak 425 ribu jiwa, yang menjadi acuan kita yaitu Undang - Undang JKM dimana berbunyi "dimana kepesertaan itu diatur dua kepesertaan, pertama peserta di bayar oleh Pemerintah dimana berdasarkan UU Nomor 33, berbunyi bahwa anak terlantar dan kurang mampu di biayai oleh Negara. Kedua peserta BPJS mampu dimana wajib bagi masyarakat mengurus atau menjadikan BPJS sebagai kartu jaminan kesehatan.

"Kedepan kita akan memasukkan peserta jamkesda keBPJS sebab berdasarkan UU JKM menyatakan bahwa tak boleh lagi jaminan kesehatan selain BPJS semua akan dilakukan satu pintu makanya pemilik atau peserta Jamkesda nanti kita masukkan ke BPJS Kesehatan yang biayanya di tanggung oleh Negara, sebab tujuan atau target  kita kedepan bagaimana seluruh masyarakat kabupaten Kampar baik miskin atau tak mampu wajib memiliki kartu jaminan kesehatan", tutupnya. (kim)

KAMPAR, SALO - Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi hadiri Upacara Sertijab Dan Yon 132/BS dari Let.kol Inf Nurul Yakin kepada Mayor Inf. Aidil Amin di Markas Komando Yonif Infantri 132 Bima Sakti Salo Selasa (4/4/17). 

Acara tersebut juga hadiri oleh Forkopimda, OPD dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, veteran, tokoh pemuda, Tokoh Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, Persit Kartika Candra, serta seluruh perwira ,prajurit dan keluarga besar Batalyon Infanteri 132/BS. 

Seperti diketahui bahwa Mayor Inf. Aidil Amin adalah putra Kabupaten Kampar yang lahir di Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Dan Rem 031/WB Brigjend TNI Abdul Karim saat memimpin upacara tersebut dalam pengarahannya mengatakan Alih tugas dan jabatan adalah merupakan bagian dari upaya dari meningkatkan dan menyegarkan kinerja organisasi sekaligus sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan personil dalam dimensi kepemimpinan manajemen dan profesionalisme keprajuritan. 

Penyiapan personil untuk dapat memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan organisasi diperlukan adanya pembinaan yang tepat, dengan pemberiaan wawasan dan pengalaman selalu menempatkan jabatan yang berfariatif. 

Oleh karena itu pergantian jabatan ini selain menciptakan menyegarkan juga dalam rangka mengembangkan kemampuan personil yang lebih baik. 

Pengangkatan pada suatu jabatan merupakan kepercayaan dan kehormatan yang diberikan oleh bangsa dan negara yang sudah seharusnya diterima dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, disertai tekad untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya. 

“Sejalan dengan itu saya mengingatkan, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin dan bisa dipertanggungjawakan tidak saja kepada pimpinan tetapi yang lebih penting lagi akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT,”ujarnya 

Untuk itu dalam mengemban amanah ini Dan Rem 031/WB meminta agar selalu ditanamkan nilai-nilai luhur para pendahulu kita yang melaksanakan tugas dengan tulus, ikhlas tanpa pemrih dan selalu konsisten pada komitmen dalam mengabdi yang dilakukan semata-mata hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. 

”Sehubungan dengan peaksanaann serah terima jabatan ini saya selaku komandan korem 031/Wira Bima dan pribadi mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Let.kol Inf Nurul Yakin MA yang telah menyelesaikan tugas dan tanggungjawab jabatan dalam memimpin, membina Yonif 132 Bima Sakti dengan baik,”ujar Abdul Karim 

Dan Rem 031/WB berharap pengalaman dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin guna melaksanakan tugas ditempat yang baru. 

“Begitu juga dengan ibu Nurul Yakin saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan pengorbanan yang telah diberikan dalam mendampingi suami selama mengemban tugas dan tanggungjawab jabatan sampai dengan dilakukannya serah terima jabatan sekarang ini, selamat jalan dan selamat atas kepercayaan yang telah diberikan untuk menjabat sebagai Pabandya Dik Bukit Barisan semoga pengalaman tugas dapat dimanfaatkan sebaik mungkin guna mengembankan tugas lebih lanjut,”ucapnya. 

Kepada Mayor Inf. Aidil Amin, Dan Rem 031/WB mengucapkan selamat atas jabatan sebagai Komandan Batalyon 132 Bima Sakti dan berharap dapat menyonsong tugas-tugas kedepan karena kedepan akan dihadapkan persoalan yang semakin kompleks, dinamis dan multi dimensi. 

“Prajurit Yonis 132 Bima Sakti agar mampu meningkatkan kualitas dan prestasinya hingga memiliki kemampuan yang handal yang dapat digunakan dalam pelaksanaan tugas apapun baik dalam rangka operasi militer maupun non militer,”tutur Abdul Karim. 

Ia juga meminta agar mampu menciptakan karya nyata dilingkungan tugas agar terwujud satuan yang dapat diandalkan dan memiliki jiwa korsa yang tinggi, disiplin fariatif dan inovatif serta salah satu langkah utama adalah dengan menjaga dan meningkatkan semngat kesatuan korp yang bulat dan utuh, mulai dari komandan regu sampai dengan komandan Batalyon harus bahu membahu dalam melaksanakan tugas pokok kesatuan. 

“Kepada prajurit, harus tetap memiliki sikap dan prilaku dengan memantapkan mental pejuang, semangat kebersamaan dan memegang teguh jati diri keprajuritan”.tegasnya.(kam*04)

KAMPAR, BANGKINANG - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan di Kabupaten Kampar dilaksanakan secara serentak di lima lokasi yang meliputi lima wilayah, Senin (13/2/17). 

Pelaksanaan Musrenbang Kecamatan ini berjalan lancar dan sukses. Lima lokasi tempat pelaksanaan musrenbang kecamatan ini yakni, lokasi I untuk wilayah I di laksanakan di kantor Camat Kampar di Air Tiris yang diikuti Kecamatan Kampar, Kampar Utara, Rumbio Jaya dan Kampa (Kampar Timur). Lokasi II di aula kantor Camat Tapung di Petapahan yang diikuti Kecamatan Tapung, Tapung Hulu dan Tapung Hulu. 

 http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Lokasi III untuk wilayah III, terdiri digelar di aula Kantor Camat Tambang yang diikuti Kecamatan Perhentian Raja, Siak Hulu, Tambang dan Kampar Kiri Hilir. Lokasi IV di aula kantor Camat Kampar Kiri di Lipat Kain yang diikuti Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Tengah dan Kecamatan Kampar Kiri. 

Lokasi V digelar di halaman kantor Camat Bangkinang Kota yang diikuti Kecamatan Bangkinang Kota, XIII Koto Kampar, Kuok, Salo, Koto Kampar Hulu dan Bangkinang. 

Untuk pelaksanaan musrenbang kecamatan wilayah V yang dilaksanakan di halaman kantor Camat Bangkinang Kota dihadiri langsung oleh Pj. Bupati Kampar, H. Syahrial Abdi. Turut Hadir Koordinator wilayah V Asisten III Nurahmi, tanggota DPRD Kampar Firman Wahyudi, Juswari Umar Said, Zumrotun, Triska Felly, Fahmil dan Kasru Syam. 

Kemudian enam orang camat diwilayah ini juga hadir yakni, Camat Bangkinang Kota Mulatua, Camat Bangkinang Amir Lutfi, Camat Salo Marzali, Camat Kuok Rahmat, XIII Koto Kampar Amiruddin, dan Camat Koto Kampar Hulu Ni'am Saleh. Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga M. Yasir, MM, Kadis Perhubungan Hambali, seluruh OPD dan Kades. 

Pj Bupati Kampar Kampar Syahrial Abdi pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Proses Penyusunan rencana program atau kegiatan Tahun Anggaran 2018 dilaksanakan secara terkoordinasi antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan partisipasi seluruh pelaku pembangunan sesuai dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah melalui mekanisme pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa/kelurahan, tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten. 

Penjaringan aspirasi yang dilaksanakan ini diharapkan dapat menghasilkan usulan rencana program dan kegiatan pembangunan yang dituangkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) dan menjadi dasar dalam penyususnan Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) serta Rancangan APBD Tahun Anggaran 2018. 

"Salah satu proses pengambilan keputusan secara partisipatif dalam kebijakan daerah adalah pelaksanaan musrenbang kecamatan, yang merupakan arena strategis untuk para pemangku kepentingan dalam merumuskan perencanaan pembangunan secara kolaboratif dengan melibatkan seluruh pelaku pembangunan yaitu Pemerintah Daerah, DPRD serta swasta/masyarakat,"ujarnya. 

Melalui musrenbang kecamatan ini semua pemangku kepentingan duduk dan bermusyawarah bersama membicarakan tantangan dan peluang pembangunan daerah kedepan dalam rangka mensejahterahkan masyarakat, menciptakan kondisi usaha yang baik dan memperbaiki penyelenggaraan pembangunan secara berkesinambungan. 

Output atau hasil yang diharapkan dari pelaksnaan musrenbang kecamatan ini antara lain, daftar kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan menurut fungsi SKPD/ gabungan SKPD yang siap dibahas, di forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten yang akan didanai melalui APBD Kabupaten Kampar dan sumber pendanaan lainnya. 

Terpilihnya delegasi kecamatan untuk mengikuti forum SKPD dan Musrenbang Kabupaten dan berita acara Musrenbang Tahunan Kecamatan. 

"Agar tercapainya singkronisasi perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat bawah (Bottom Up Planning) dengan perencanaan yang berasal dari tingkat atas (Top Down Planning) diharapkan kepada seluruh SKPD terkait agar mencermati setiap usulan yang disampaikan,"ungkapnya. 

Bupati menyampaikan bahwa saat ini sistem perencanaan semakin membaik. "Sekarang sistem perencanaan semakin memberikan ruang kepada kita untuk tidak harus bertemu, karena saat ini kita juga sudah menggunakan sistem e-proposal. Sistem Perencanaan juga mengharuskan kita bagaimana mensingkronkan e-bugeting dan e-planning," ujarnya. 

Kemudian Camat Bangkinang Kota Mulatua menyampaikan pelaksanaan musrenbang kecamatan kali ini ada perubahan dari sistem sebelumnya dimana kali ini dilaksanakan serentak. Kemudian masing-masing kecamatan sudah melaksanakan musrembangdes."Kita harapkan kecamatan membawa hasil musrenbangdes,"jelasnya. 

Pelaksanaan musrenbang kecamatan ini di pandu Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Kampar Dedy Rochyani. Seluruh camat pada kesempatan tersebut menyampaikan usulan masing-masing kecamatan yang merupakan hasil musrenbang desa. 

Kemudian masing-masing anggota DPRD menyampaikan pokok-pokok fikiran. Hasil pelaksanaan musrenbangcam ini dituangkan dalam berita acara.(kam*02)

KAMPAR, BANGKINANG - Rasa bangga orang terdahulu untuk menjadikan Kampar sebagai pusat pendidikan akan segera terwujud dengan semakin tumbuhnya lembaga pendidikan di Kampar satu persatu sudah sampai ke puncaknya dengan akreditasi B Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bangkinang. 

Dilihat dari perkembangan STIE, sudah tampak bahwa STIE Bangkinang mampu menjawab tantangan dunia kerja. 

Demikian disampaikan oleh Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi ketika menghadiri acara Wisuda Sarjana Angkatan XIII STIE Bangkinang di kompleks Kampus STIE Bangkinang, Senin (13/2/17). 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Sidang senat terbuka Wisuda STIE Bangkinang dipimpin oleh Ketua STIE Bangkinang H Zamhir Basem dan dihadiri juga oleh Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah X Drs Hanafi MS, Ketua Pembina Yayasan Lembaga Pendidikan Kampar (YLPK) H Zulher, Ketua YLPK H Neflizal, para anggota senat, dosen dan karyawan dan 135 wisudawan beserta para orang tua dan keluarga. 

Pendidikan dan kompetensi saat ini sangat dibutuhkan, karena kita berada di dunia global yg luar biasa pesatnya. Dahsyatnya persaingan di dunia pekerjaan terutama Indonesia menjadi incaran dunia karena sumber daya dan sumber energinya yang semua ada di Indonesia dan terutama ada di Kabupaten Kampar. 

Syahrial abdi menambahkan bahwa acara wisuda ini juga telah melaksanakan salah satu visi pendidikan Republik Indonesia yakni terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. 

“Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan sumber daya manusia. pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Allah,’’ucapnya. 

Sebelumnya, Ketua STIE Bangkinang H Zamhir Basem dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam rangka memberikan pandangan umum kepada para wisudawan dan wisudawati tentang situasi yang komprehensif serta situasinyang berpengaruh terhadap masyarakat yang berjudul Pemerataan Pendapatan merupakan perwujudan Demokrasi Ekonomi. 

Dari 3324 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, STIE Bangkinang menempati urutan ke 543. Dari ratusan perguruan tinggi di Riau hanya 8 yang memiliki akreditasi institusi B, salah satunya adalah STIE Bangkinang. 

“Bangkinang merupakan Kota Kecil tetapi mampu bersaing, karena STIE bukan milik pribadi tetapi milik masyarakat Kabupaten Kampar. Saya mengharapkan seluruh masyarkat untuk bersama-sama membesarkan STIE,’’ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Pembina YLPK Kampar H Zulher MS mengatakan bahwa YLPK memiliki komitmen untuk mengembangkan pendidikan di Kabupaten Kampar. Zulher mengajak seluruh komponen masyarakat terutama wisudawan dan orang tua wisudawan serta keluarga yang hadir untuk bersama-sama memajukan pendidikan di Kabupaten Kampar. 

Zulher sempat menguraikan bagaimana bangsa-bangsa lain berupaya untuk memajukan negerinya melalui pendidikan. 

“Melalui pendidikan, kita memajukan daerah dan bangsa. Oleh karena itu, YLPK berkomitmen dalam memberikan kontribusi memajukan dunia pendidikan,’’tuturnya.(kam*02)

KAMPAR, BANGKINANG - Debat Publik Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar periode 2017-2022, yang diikuti lima pasangan calon terlihat mendominasi visi dalam peningkatan daya saing, visi ini sangat tepat sekali bagi Kabupaten Kampar dan dibutuhkan masyarakat Kampar kedepan. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Demikian ditegaskan PJ Bupati Kampar Syahrial Abdi,di sela-sela Debat Publik Kandidat Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kampar periode 2017/2022 di Grandball Room Labersa Hotel Kecamatan Siak Hulu Rabu malam (8/2/17). 

Pj Bupati Kampar menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap penyampaian beberapa visi dan misi dari masing paslon,menyorot dari tiga paslon yang mengutamakan tentang peningkatan daya saing. Karena disadari, bahwa putra putri terbaik Riau adalah berasal dari Kabupaten Kampar. 

"Dalam Visi dan misi ini, secara tidak langsung hal ini perlu adanya nanti peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia agar bisa bersaing dalam daya saing bidang pariwisata, daya saing produk serta daya saing dalam tata kelola pemerintahan yang baik,"terangnya. 

Dengan visi diatas akan tergambar bahwa semua mengacu pada RPJMD. Apabila semua visi tersebut dituangkan dalam program dan mengacu pada RPJMD, insyaallah Kampar kedepan akan maju. 

Kemudian, terkait pilkada sudah didepan mata, Abdi yakin pilkada Kampar akan berjalan dengan damai, karena langkah-langkah semua itu telah kita siapkan saat ini dengan sebaiknya bersama. 

"Akan tetapi, Pilkada damai ini bisa terwujud juga karena dari lima kandidit merupakan orang-orang yang komit dan sepakat dalam pilkada damai atas dasar deklasari dan kesepakatan pilkada damai yang telah dilaksananakn beberapa waktu yang lalu,"tuturnya.(kam*02)
Diberdayakan oleh Blogger.