KAMPAR, TAMBANG - Saat ini impian saya selaku Bupati Kampar dalam merealisaskan Zero pengangguran, kemiskinan dan rumah kumuh belum tercapai dan masih jauh dari harapan. Sudah banyak program yang digulirkan oleh Pemerintah Daerah. Salah satunya program yang sedang dijalankan adalah Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi yang jika dijalankan dengan sungguh-sunguh mampu menghasilkan 10 hingga 25 juta perbulan. 

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Hal ini disampaikan Bupati Kampar ketika menggelar Dialog dengan masyarakat Desa Tambang pada acara Silaturahmi Bupati Kampar Bersama Masyarakat Desa Tambang Kecamatan Tambang. Kamis (21/4/16) 

Dalam Silaturahmi itu pula Jefry Noer selalu mengajak masyarakat Desa Tambang untuk mendirikan program RTMPE di masing-masing keluarganya. 

"Pemerintah telah menciptakan program yang sangat mengerti kebutuhan masyarakat, tinggal lagi masyarakat mau apa tidaknya. Ini semua butuh kerjasama antara Pemerintah dengan masyarakatnya," ujar Jefry Noer. 

Bukan saja program pertanian, perkebunan dan pertanian saja yang digesa pemda tetapi untuk kaum wanita juga diberdayakan juga, seperti pelatihan jahit menjahit bagi wanita produktif dan putus sekolah, dengan pelatihan jahit ini wanita dikabupaten Kampar mampu memiliki penghasilan sendiri tanpa lagi bergantung kepada penghasilan suami. 

Dipaparkan Jefry Noer dengan adanya usaha Peternakan sapi sebanyak enam ekor yang mampu menghasilkan 1000 sampai 1500 liter urine sapi perbulan kemudian urine diolah sehingga dapat menghasilkan pupuk cair. 

"Kalau diambil hasil terendah saja 1000 liter pupuk cair perbulan dengan harga jual 15 ribu sampai 25 ribu perliternya sudah 15 sampai 25 juta hasilnya dari pupuk cair ditambah hasil kotoran padat sapi,mampu menghasilkan pupuk padat atau biogas untuk sumber energi listrik dan memasak," ujar Jefry Noer. 

Ditambahkan Bupati Kampar Biogas itupun dapat dijual atau untuk konsumsi sendiri memenuhi kebutuhan listrik atau memasak dirumah, kan sudah sangat membantu mengurangi biaya listrik dan gas atau kebutuhan minyak tanah di Rumah Tangga (RT) dalam sebulan. 

Selain itu ada ternak ayam petelur sampai 100 ekor, yang dapat juga untuk ditetaskan telurnya supaya menghasilkan anak ayam dengan penghasilan 50 sampai 70 butir telur perharinya. 

Ada kolam ikan lele kerambah dengan pola kolam terpal ukuran 6 x 6 atau 4 x 6 hingga 4 000 ekor ditambah usaha pertanian tanaman pangan seperti tanaman bawang atau cabai dengan lahan hanya 400 meter persegi termasuk unit usaha rumah jamurnya. 

Didalam RTMPE ini keluarga hanya tinggal membeli kebutuhan beras, minyak goreng, gula dan kopi dan kebutuhan yang tidak ada di lahan RTMPE itu, selain itu petani RTMPE bisa menghasilkan uang dengan tetap beribadah dengan kutuk ungkap Jefry Noer. 

"Dilahan RTMPE kalau di olah dengan maksimal dapat menghasilkan uang puluhan juta perbulannya Dan petani Pengolah RTMPE bisa menunaikan Ibadah Haji selain itu diluar penghasilan dari anak sapi 6 ekor pertahunnya termasuk daging ayamnya,”kata Jefry Noer. 

Kades Tambang Apriyanto kami masyarakat Desa Tambang selalu berusaha untuk bersama berusaha keluar dari kemiskinan dan serba kekurangan. Hanya dengan mengaplikasikan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) merupakan salah satu upaya mewujudkan impian keluar dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh. 

Masih banyak masyarakat yang menginginkan untuk belajar bertani, berternak sapi yang menghasilkan Urine dan lainnya serta bagaimana cara mengelola pertanian yang menghasilkan uang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa ini pungkas Apriyanto.(kam04)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.