KAMPAR, BANGKINANG - Persoalan masyarakat kurang mampu atau miskin di Kabupaten Kampar yang selama ini menjadi momok menakutkan jika berobat ke Rumah Sakit adalah masalah biaya berobat yang tinggi hingga prosedur yang berbelit.

Hal inilah yangmenjadi ketakutan tersendiri bagi meraka yang ingin mendapatkan pelayanan Kesehatan. Namun, semua itu akan segara teratasi dengan diprogramkannya oleh Aziz Zainal dan Catur Sugeng. Melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar siap menberikan kartu Jamkesda kepada puluhan ribu masyarakat kurang mampu se-kabupaten Kampar demi mewujudkan pelayanan terbaik di bidang kesehatan bagi seluruh masyarakat.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr Harris
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Harris melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Deny Sambudi yang ditemui beberapa waktu lalu diruangannya.

Dijelaskan, Sambudi,"program ini sangat penting kerena bidang kesehatan ini merupakan salah satu program utama yang menjadi prioritas Bupati terpilih Aziz Zainal-Catur Sugeng dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan terbaik. 

Seyogyanya, masyarakat mampu dan tidak mampu harus memperoleh pelayanan yang sama dan sesuai dengan Nawacita Presiden Jokowi dimana negara harus hadir ditengah masyarakat dalam memberikan pelayan kesehatan. Dan tentu ini menjadi tugas pokok dari dinas kesehatan kabupaten kampar", tukasnya.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Kedepan.kita akan melakukan validasi data penerima jamkesda yang lama dengan yang baru sebab ini penting kita lakukan pengecekan ulang kerena  yang dulunya miskin atau kurang mampu sekarang sudah kaya tentu tidak layak lagi kita masukkan sebagai peserta Jamkesda.

Maka dalam waktu dekat ini kita memang mencurahkan energi dan waktu guna menvalidkan data guna memastikan penerima jamkesda betul-betul tepat pada sasaran yang ingin di capai. Namun dalam hal ini, yang lama bukan dalam arti kita terfokus pada data yang ada, bagi masyarakat kabupaten Kampar yang selama ini tak masuk atau belum menjadi peserta anggota Jamkesda dimana dikategorikan miskin bisa mengusulkan kembali kepada Dinas Kesehatan kabupaten Kampar dengan melalui proses dimana calon peserta wajib memikirkan surat keterangan tidak mampu dari Desa dengan yang diketahui oleh Kepala Desa kemudian oleh pihak kecamatan tempat domisili, setelah itu baru diusulkan ke Dinas Kesehatan kabupaten Kampar dan itu akan menjadi pertimbangan kita nanti ke depannya untuk segera di masukkan.ke peserta Jamkesda.

http://www.riaucitizen.com/search/label/Berita%20Kampar
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Deni Sambudi
Ditambahkan Sambudi, "Dari data sementara peserta Jamkesda lebih kurang sebanyak 35 ribu jiwa, BPJS dibiayai negara se kabupaten Kampar sebanyak 223 ribu jiwa dan Jamkesda dengan propinsi lebih kurang sebanyak 35 ribu jiwa 

Jadi keseluruhan peserta JKM di kabupaten Kampar sebanyak 425 ribu jiwa, yang menjadi acuan kita yaitu Undang - Undang JKM dimana berbunyi "dimana kepesertaan itu diatur dua kepesertaan, pertama peserta di bayar oleh Pemerintah dimana berdasarkan UU Nomor 33, berbunyi bahwa anak terlantar dan kurang mampu di biayai oleh Negara. Kedua peserta BPJS mampu dimana wajib bagi masyarakat mengurus atau menjadikan BPJS sebagai kartu jaminan kesehatan.

"Kedepan kita akan memasukkan peserta jamkesda keBPJS sebab berdasarkan UU JKM menyatakan bahwa tak boleh lagi jaminan kesehatan selain BPJS semua akan dilakukan satu pintu makanya pemilik atau peserta Jamkesda nanti kita masukkan ke BPJS Kesehatan yang biayanya di tanggung oleh Negara, sebab tujuan atau target  kita kedepan bagaimana seluruh masyarakat kabupaten Kampar baik miskin atau tak mampu wajib memiliki kartu jaminan kesehatan", tutupnya. (kim)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.