KAMPAR, BANGKINANG - Peningkatan pelayanan kesehatan selalu didambakan masyarakat Kabupaten Kampar. Menjawab hal itu, Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati Kampar H Azis Zaenal,dan Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto,tahun ini telah memulai pembangunan gedung baru RSUD Bangkinang di Jalan Lingkar, Bangkinang. 
Dengan adanya pembangunan gedung baru yang akan menambah fasilitas rawat inap akan membantu upaya Pemkab Kampar untuk meningkatkan status rumah sakit menjadi tipe B. 

http://www.beritakampar.com/
Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan gedung baru berlantai lima untuk ruang rawat inap dan beberapa ruangan lainnya dilakukan, Senin (25/9/17) oleh Bupati Kampar. 

Gedung baru ini terletak di samping bangunan gedung utama atau di sebelah selatan gedung utama. 

Kegiatan ini dihadiri juga Direktur RSUD Bangkinang J Wira Dharma Kepala Dinas Kesehatan H M Haris dan kepala organisasi perangkat daerah lainnya, anggota DPRD Kabupaten Kampar, forkopimda, Tim TP4D dari Kejari Kampar dan lainnya. 

Direktur RSUD Bangkinang H Wira Dharma dalam sambutannya menyampaikan gedung baru ini rencananya bisa menampung 175 unit tempat tidur yang diperuntukkan untuk kelas III. 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan, sebanyak 35 persen rawat inap di rumah sakit wajib untuk kelas III. Diakuinya, selama ini RSUD Bangkinang sering merujuk pasien karena tempatnya tidak memadai. "Untuk VIP hanya sembilan, ini yang jadi rebutan masyarakat Kampar," katanya. 

Wira menyebutkan, tahun ini adalah pembangunan pondasi dan peletakan struktur basement dan struktur lantai satu. 

Berdasarkan lelang bernilai Rp 10,5 miliar. Pembangunannya dilanjutkan tahun 2018 mendatang. Gedung ini rencanannya Berlantai lima. Lantai satu untuk rawat jalan, lantai dua untuk ruang rawat inap kelas III dan lantai empat dan lima juga untuk rawat inap serta ruang pertemuan dan keperluan untuk pendidikan. 

Ia mengungkapkan, untuk menyelesaikan pembangunan gedung baru ini masih membutuhkan dana Rp 58 miliar lagi. "Alhamdulillah terobosan bupati ke Kemenkeu dan pertemuan di Bogor, pusat telah merestui Rp 58 miliar. Pekerjaan tahun ini dikerjakan PT Mitra Andalan Sakti dengan masa kerja 120 hari. 

http://www.beritakampar.com/
Lebih lanjut dikatakan, saat ini RSUD Bangkinang telah berada dibawah badan layanan umum daerah (BLUD), mengelola pendapatan sendiri dan mengeluarkan uang sendiri. 

Sesuai Peraturan Presiden tentang pengadaan, pihaknya mencoba memperbaiki seluruh layanan yang jadi keluhan masyarakat selama ini. 

Di hadapan Bupati Kampar, Wira mengakui bahwa RSUD Bangkinang adalah tumpuan keluhan masyarakat karena begitu banyaknya keluhan masyarakat kepada Bupati Kampar. "Dengan menjadi BLUD maka makin lama makin bisa meningkatkan pelayanan," katanya. 

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan SK di Dirjen di Kementerian Kesehatan tahun 2016, RSUD Bangkinang telah ditunjuk menjadi RSUD rujukan regional bersama RSUD Pelalawan, Bengkalis dan Dumai. "Secara berjenjang akan menampung RSUD di sekitarnya," terangnya. 

Berdasarkan amanat Dirjen juga paling tidak RSUD Bangkinang telah menjadi jadi tipe B tahun 2016. 

Ia mengatakan, RSUD Bangkinang mulai pindah bulan April 2015 dan pindah secara keseluruhan April 2016 RSUD Bangkinang. 

Saat ini ada 22 orang tenaga dokter spesialis dengan 12 spesialisasi, 12 orang dokter umum, 5 orang dokter gigi, 8 apoteker, sisanya ratusan perawat dan bidan serta pegawai yang diangkat dengan dibiayai dari pendapatan RSUD sendiri. 

Jumlah ini menurut Wira belum memadai, namun disatu sisi RSUD harus dikelola dengan efektif. 

Ia menjelaskan, jika bangunan baru ini selesai, maka akan dibutuhkan lagi sebanyak 200 orang perawat karena idealnya satu tempat tidur didampingi dua orang perawat. 

Untuk mewanti-wanti berbagai hal yang tidak diinginkan dalam pembangunan gedung miliaran rupiah ini. Bupati tegaskan jangan ada addendum pada pembangunan gedung RSUD Bangkinang 

Bupati minta agar menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan jangan sampai ada addendum atau permintaan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. 

http://www.beritakampar.com/
Kepada Direktur RSUD Bangkinang H Wira Dharma Bupati Kampar minta agar mengutamakan kegiatan pembangunan gedung dengan sebaiknya sehingga time schedule yang disepakati selama empat bulan bisa selesai dengan baik. 

Dikatakan, pembangunan gedung ini hendaknya bermanfaat untuk masyarakat. "Karena pasien sudah menunggu. Jangan ada addendum lagi, hujan diundur lagi. Saya pengusaha pak hafal saya itu. Tolong dijaga betul," tegas Azis lagi. 

Dalam kesempatan ini Azis membeberkan bahwa tahun ini dana untuk pembangunan gedung di RSUD Bangkinang dari Kementerian Kesehatan harus dikembalikan lagi sebesar Rp 40 miliar karena Pemkab Kampar dalam hal ini RSUD Bangkinang tidak sanggup menghabiskan dana itu dan hanya sanggup untuk melakukan pembangunan tahap awal atau membangun basement dan struktur lantai satu yang dananya sebesar Rp 10,5 miliar setelah dilelang. 

"Kita yang tak sanggup habiskan dana itu. Kita tak sanggup, lucu Kabupaten Kampar ini. Kita dikasih uang empat puluh milir tak sanggup sampai akhir Desember," kata Azis. 

"Kita ditransfer Rp 13 M. Sisanya Ro 30 M ngambang di awang-awang kembali ke pusat,' bebernya lagi. 

Menurut Azis, nilai bangunan RSUD Bangkinang ini luar biasa. Ia menghitung, dengan dana Rp 10,5 miliar, luas bangunan yang dibangun 1500 meter persegi, atau satu meter persegi bernilai Rp 10 juta. "Artinya ini bangunan luar biasa," kata Azis. 

Meski ada dana yang kembali ke pemerintah pusat sebesar Rp 40 miliar tahun ini, namun Azis yakin bahwa tahun depan akan turun sebesar Rp 50 miliar untuk melanjutkan pembangunan Gedung Instalasi Rawat Inap Kelas III lima lantai ini. 

"Setelah saya konsultasi dengan Menkeu dan Menkes, hampir pasti anggaran tahun depan turun 50 M lagi," beber Azis yang juga didampingi Catur Sugeng Susanto dan Staf Ahli Yusri dalam acara ini. 

Ia minta Direktur RSUD Bangkinang Wira Dharma mempersiapkan diri untuk kelanjutan pembangunan gedung RSUD seluas 5000 meter persegi dan ia berharap tahun depan lebih siap lagi menerima kucuran dana dari pemerintah pusat. 

http://www.beritakampar.com/
"Ini bangun Kampar luar biasa. Saya siap gas ke pusat agar dana 50 M betul-betul untuk kita. Cuma jangan dikembalikan lagi," tegas Azis. 

"Kalau mulainya bulan Juni tahun depan dipastikan dana ini tak terserap sehebat apapun kontraktornya," imbuhnya. 

Azis berharap pembangunan ground breaking dan kelanjutannya selesai. "Kita membuat seremoni terus tapi di proyeknya tak selesai-selesai," kata Azis. 

Ia berharap bangunan ini bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kampar. Apalagi ada 175 tempat tidur yang akan bisa ditampung di bangunan baru ini. 

Sebagai rumah sakit rujukan regional, kata Azis, pemerintah pusat akan konsern, care dan peduli untuk tingkatkan mutu layanan kesehatan. 

Tidak hanya berupaya membangun gedung. Bupati Kampar ternyata punya catatan tersendiri karena sering mendengar keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan dari petugas medis. Bupati Kampar H Azis Zaenal bermohon kepada seluruh tenaga medis baik dokter, perawat dan bidan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang bersikap ramah kepada pasien. Bahkan permohonan ini sempat disampaikannya dua kali. 

"Pelayanan terhadap pasien mutlak dari ibu bapak dokter, saya mohon betul diperhatikan. Rawatlah dengan baik dan benar. Walau mereka dari orang miskin," ujar Azis. 

Menurut Azis, jika service atau pelayanan tidak bagus maka orang yang sakit menjadi mati. Ia juga membandingkan pelayanan tenaga medis di luar negeri dengan di Indonesia. "Kalau di luar negeri pasien diterima dengan senyuman dan keramahan. Kalau orang sakit belum pulang sudah sehat, ada sugestinya," beber Azis. 

"Saya bermohon kepada para ibu dan bapak dokter, perawat tolong diberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit. Beri perawatan, senyuman, dan obat sehingga percepatan kesembuhan lebih baik," katanya.(adv-kim)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.