KAMPAR, SALO - Dengan berbagai halangan, rintangan dan tekanan, namun akhirnya Bupati Kampar H Azis Zaenal,mulai menuntaskan satu persatu permasalahan lahan yang terjadi di tengah masyarakat. Yang terbaru adalah konflik lahan antara masyarakat Desa Siabu, Kecamatan Salo dengan PT Ciliandra Perkasa. 

Persoalan ini telah terjadi berlarut-larut dan masyarakat telah menanti selama belasan tahun untuk menuntut hak mereka. 

http://www.beritakampar.com/
Jalan terang kini telah terbuka dalam perjuangan masyarakat Siabu. Sengketa masyarakat Desa Siabu dengan PT Ciliandra Perkasa memperoleh penyelesaian dan win-win solution dari Bupati Kampar H Azis Zaenal bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). 

Solusi tersebut disampaikan oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal kepada sejumlah wartawan dalam acara jumpa pers, Senin (20/11/17) di Ruang Rapat Lantai Kantor Bupati Kampar. 

Turut hadir Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto, Komandan Kodim 0313/KPR Letkol Inf Beni Setiyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Bangkinang, Wakil Komandan Batalyon 132/BS, Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, Sekda Kabupaten Kampar Yusri, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kampar M Faisal dan anggota DPRD Kampar Fahmil, Kepala Desa Siabu, ninik mamak dan masyarakat Desa Siabu. Dari pihak PT Ciliandra Perkasa hadir Direktur Utama Hareanto Tananuludjono. 

Bupati Kampar H Azis Zaenal dalam jumpa pers ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kampar sebagai mediator antara masyarakat Desa Siabu, Kecamatan Salo dengan PT Ciliandra Perkasa telah mempelajari data dari berbagai pihak dan tidak ada yang ditutup-tutupi. 

“Setelah kita mengadakan pertemuan, berunding dan dialog serta berkali-kali saya mengadakan rapat internal bersama Forkopimda, wakil bupati, Sekda dan para kepala OPD, tidak ada satupun yang kita tutup-tutupi," tegasnya. 

http://www.beritakampar.com/
Bupati memaparkan bahwa semuanya berjalan sangat transparan dan setelah mempelajari masukan-masukan yang dianggap tanda kutip perbedaan pendapat, selisih pendapat, data kebun yang dibangun oleh PT Ciliandra di sekitar daerah Siabu, Pemerintah Kabupaten Kampar telah melakukan mediasi apa yang diminta oleh masyarakat Siabu. 

"Apa yang dikehendaki oleh PT Ciliandra kemudian fakta-faktanya kita perhatikan, data-datanya kita lihat dan kita pelajari maka dapatlah suatu kesepakatan penyelesaian terhadap kondisi kebun di Siabu yang dikelola dan ditanam oleh PT Ciliandra," kata Bupati Kampar saat itu. 

Azis Zaenal juga mengatakan, inilah hasil kerja Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Forkopimda untuk mencari win-win solution sehingga investor tidak terganggu untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Kampar dan masyarakat pun dapat terbantu ekonominya. 

Adapun hasil kesepakatan tersebut adalah sebagai berikut: 

Kesepakatan bersama Nomor 0204/SKB/04/XI/2017 dan No.525bid.up.p./2017/487 antara PT Ciliandra Perkasa dengan Pemerintah Kabupaten Kampar. Pada hari ini Selasa, 14 November 2017 bertempat di Pekanbaru. 
  1. Kami yang bertanda tangan dibawah ini Hareanto Tananuludjono (Direktur utama PT Ciliandra Perkasa) selanjut disebut pihak pertama 
  2. H Bustan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Kampar (Pemerintah Kabupaten Kampar) selanjut disebut pihak kedua. 

Bahwa pihak pertama dan pihak kedua secara bersama-sama sepakat selanjutnya disebut sebagai para pihak, terlebih dahulu para pihak menerangkan sebagai berikut : 
  1. Pihak pertama memiliki areal kebun yang belum memiliki HGU seluas 2845 Heaktar di Desa Siabu yang saat ini terjadi konflik dan dituntut oleh masyarakat Desa Siabu untuk dijadikan kebun pola KKPA dan membutuhkan pihak kedua untuk mengurus dan menyelesaikan antara pihak pertama dengan masyarakat Desa Siabu. 
  2. Selanjutnya kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan PT Ciliandra dengan masyarakat Desa Siabu untuk melakukan pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA untuk masyarakat Desa Siabu dengan ketentuan sebagai berikut : 

  • PT Ciliandra Perkasa bersedia membangun kebun kelapa sawit seluas 600 Heaktar yang lokasinyanya diutamakan di sekitar desa Siabu, apabila tidak ada lahan di sekitar Desa Siabu maka akan di bangun di daerah lain namun tetap di daerah Kabupaten Kampar. 
  • Bahwa biaya pembebasan lahan sampai dengan pembangunan lahan seluar 600 hektar di biayai oleh PT Ciliandra Perkasa yang nantinya akan dibebankan kepada koperasi yang nantinya akan dibentuk oleh masyarakat Desa Siabu. 
  • Bahwa koperasi sebagai wadah anggota masyarakat Desa Siabu akan segera dibentuk dan dilanjutkan kerjasama dengan PT Ciliandra Perkasa dalam rangka pembangunan kebun kelapa sawit. 
  • Selama masa pembangunan kebun kelapa sawit pola KKPA seluas 600 Heaktar, PT Ciliandra Perkasa memberikan dana kompensasi kepada Desa Siabu sebasar Rp.500 juta setiap bulan, setiap akhir bulan terhitung bulan November 2017 sampai dengan pembangunan kebun baru KKPA selesai dan telah menghasilkan untuk diserahkan langsung kepada koperasi masyarakat Desa Siabu. 
  • Bahwa apabila PT Ciliandra Perkasa dalam jangka waktu 7 (tujuh) tahun belum dapat menyerahkan kebun kelapa sawit pola KKPA seluas 600 Heaktar kepada masyarakat Desa Siabu maka PT Cilandra Perkasa bersedia menyerahkan lahan perkebunan yang ada, yang dimilikinya, yang belum HGU, dan kebun yang ada sekarang akan diserahkan kepada masyarakat Siabu dengan pola KKPA. 
  • Bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan memberikan izin perkebunan seluas 600 Heaktar kepada kepada koperasi masyarakat Desa Siabu sesuai ketentuan yang berlaku, sesuai dengan aturan yang berlaku. 
  • PT Ciliandra Perkasa memberikan CSR kepada Pemerintah Kabupaten Kampar tahun 2017 sebesar Rp.1,2 Miliar yang dipergunakan untuk pembangunan Kabupaten Kampar. 
  • PT Ciliandra Perkasa bersedia membuka akses jalan dan membongkar portal yang ada di area perkebunannya, yang merupakan ruas jalan Bangkinang – Lipat Kain untuk kepentingan umum paling lambat 7 (tujuh) hari seteleah kesepakatan ini ditandatangani demikian juga Pemerintah Kabupaten Kampar bersedia membongkar portal untuk membuka akses PT Ciliandra Perkasa melalui jalan Bangkinang dan Salo. 
  • Bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar akan menjaga keadaan kondusif untuk terlaksananya kegiatan usaha kebun kelapa sawit PT Ciliandra Perkasa di Desa Siabu dan tidak adanya tuntutan dalam bentuk apapun selama semua kesepakatan bersama telah dilaksanakan oleh PT Ciliandra Perkasa kecuali di tentukan oleh peraturan perundang-undangan lain. 


http://www.beritakampar.com/
Bupati Kampar menjelaskan bahwa kesepakan ini mempunyai kekuatan hukum yang sama, dan dibubuhi materai yang cukup dan para pihak menandatangani tanpa ada paksaan dari pihak manapun. 

Sebelum kesepakatan ini terjadi, Bupati Kampar dan pejabat lainnya sempat turun ke lokasi PT Ciliandra Perkasa Rabu (11/10/2017) karena pihak perusahaan tetap memasang portal. Padahal sebelumnya telah terjadi kesepakatan pertama Rabu, 13 September 2017 lalu. 
Bersama Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Yusri langsung turun ke lokasi yang diportal. 

Bupati Kampar H Azis Zaenal bersama rombongan meninjau tiga portal yang dipasang oleh PT Ciliandra ini, dimulai dari Portal I sampai Portal III. 

Saat di lokasi, Azis Zaenal menegaskan, penutupan portal ini harus mengikuti aturan apalagi ini terkait kelancaran transportasi masyarakat. Apabila perusahaan beralasan akan terjadinya pencurian sawit jika tidak ada portal, bupati minta perusahaan menggunakan cara lain dalam melakukan pengamanan, jangan dengan cara menutup jalan masyarakat dan bagaimanpun lokasi ini adalah wilayah Kabupaten Kampar. 

Berkaitan luas lahan yang dikuasai perusahaan, Azis juga menegaskan bahwa perusahaan harus bisa menunjukkan bukti-bukti dan jika bukti itu ada dan lengkap maka masyarakat tidak pula bisa menuntut. 

Bupati Azis juga berjanji akan terus mencari jalan penyelesaian, salah satu dengan cara mediasi dan turun langsung ke lapangan. "Agar jangan sepanjang masa kita hanya terus menyelesaikan masalah itu-itu saja, nah kemudian apabila ini ada sebagian yang mesti sudah menjadi haknya masyarakat dihitung berapa biaya dana dan apa kompensasi untuk masyarakat kita musyawarahkan, sepanjang itu bisa kita musyawarahkan," kata Azis. 

Terkait ketidaknyamanan masyarakat akibat portal PT Ciliandra Azis juga minta pada Jum'at (13/10/17), pihak perusahaan melakukan ekspose dengan masyarakat di depan Pemkab Kampar. 

http://www.beritakampar.com/
Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan masyarakat dengan PT Ciliandra Perkasa telah melahirkan tiga poin kesepakatan dalam rapat fasilitasi di ruang rapat bupati Kampar, Rabu (13/9/17) lalu. 

Rapat ini dipimpin langsung Bupati Kampar H Azis Zaenal didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto. Hadir juga forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), Camat Salo Marzali, Plt Camat Kampar Kiri, Salman Djamaludin, Kepala Desa Siabu, Heri A Firdaus dan belasan perwakilan masyarakat. 

Hanya saja dari pihak perusahaan tidak dihadiri orang yang bisa mengambil kebijakan atau pimpinan tertinggi PT Ciliandra Perkasa. Hadir mewakili perusahaan Chief Security, Alfian. 

Ada tiga kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara hasil rapat koordinasi PT Ciliandra dengan Pemkab Kampar bersama masyarakat. 

Pertama adalah, PT Ciliandra Perkasa setuju untuk membuka portal dan akan diberitahu manajemen PT Ciliandra Perkasa ke Pemkab Kampar paling lambat 20 September 2017. 

Kedua, PT Ciliandra setuju mengakomodir tuntutan masyarakat untuk memberi kebun pola KKPA. Ketiga, Pemkab akan membentuk tim pembagian kebun pola KKPA dengan mengikutsertakan kepala desa, tokoh masyarakat dan ninik mamak. 

Berita acara hasil rapat fasilitasi ini ditandatangani 12 orang termasuk Bupati Kampar H Azis Zaenal. Selain itu juga ditandatangani Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, Chief Security PT Ciliandra Perkasa Alfian AR, Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto, Komandan Batalyon Infanteri 132 Bima Sakti Mayor Infanteri Aidil Amin. 

Ditandatangani juga oleh Kajari Kampar Dwi Antoro, Kasdim 0313 KPR Mayor Harmen Amzamal, Camat Salo Marzali, Plt Camat Kampar Kiri Salman Djamaludin, Kepala Desa Siabu Heri A Firdaus, Sekdes Siabu Nurbaini dan tokoh masyarakat Salman.(adv-kim)

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.