KAMPAR, BANGKINANG - Bupati Kampar Azis Zainal SH. MH bersama wakilnya Catur Sugeng Susanto SH, yakin salah satu program andalannya yakni melalui penguatan sektor industri. Dapat membangun Kabupaten Kampar lebih gemilang, sesuai dengan Jaraknya selama ini untuk menjadikan Kampar Maju.


Dirinya mengatakan, bahwa membangun Kampar mesti dengan industri. Tidak ada negara atau daerah yang maju tanpa industri. Yang tetap mempertimbangkan dari letak geografis daerah tersebut. Nah, untuk Kampar sendiri Industri yang berbasis perkebunan dan pertanian menjadi targetnya.

“Industri yang kita bangun adalah industri yang bahan bakunya ada di Kabupaten Kampar,” ujar Azis beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, dengan industri diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah terhadap produksi-produksi perkebunan dan pertanian masyarakat. “Selain membuka lapangan kerja untuk masyarakat dan anak-anak kita, dengan industri kita akan banyak menghasilkan produk-produk hilir yang bermanfaat dan bernilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat,” jelasnya lagi

Pria asal Desa Kuapan ini pun mencontohkan, kalaulah di Kampar ini ada industri-industri hilir dari karet, maka Kampar tidak hanya bisa menjual bahan baku karet saja. Tetapi bisa mengelolahnya hingga produk-produk hilirnya.

“Kita bisa buat ban di Kampar dan berbagai macam produk-produk hilirnya. Begitu juga halnya dengan industri hilir dari perkebunan sawit, di Kampar kita bisa buat pabrik minyak goreng, pabrik sabun dan pabrik-pabrik lainnya,” Azis menambahkan.

Terhadap pengembangan dan peningkatan sektor pertanian, Azis Zaenal berniat agar petani-petani kampar tidak hanya mengandalkan cangkul untuk bersawah. “Tetapi petani-petani itu akan diberikan mesin yang yang berteknologi, sehingga dapat bekerja secara efektif dan efisien, dan hasil produksi pertaniannya dapat meningkat,” bebernya.

Selain itu, dirinya pun menyikapi struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kampar tahun 2017 dimana dari Rp 2,1 triliun APBD Kampar, sebanyak 70 persen habis untuk membayar gaji pegawai, hanya Rp 700 masyarakat belanja untuk masyarakat menyampaikan visi misi pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) Kabupaten Kampar tahun 2017 lalu

Ironis, karena untuk biaya masyarakat Kabupaten Kampar yang hampir 1 juta hanya tersisa APBD Rp 700 miliar. “Konstruksi ini harus dirubah,” tegas Azis.

Oleh sebab itu kata Azis, sektor industri inilah yang akan menjadi solusi agar Kampar maju. Baik pertanian,  perkebunan maupun industri pariwisata. Salah satu caranya dengan menggandeng investor untuk membangun Kampar sesuai dengan program 3i yang digagasnya yaitu investasi, industri dan infrastruktur.

“Bisa dilihat bagaimana Batam, Singapura, Malaysia, Jepang, Taiwan maju karena industri. Sekarang kita tertinggal sama Thailand dan Myamnar. Karena kita asik berpolitik, berantam saja,” ucapnya.

Namun hal tersebut juga harus didukung iklim usaha di Kampar kondusif. “Tak mungkin usaha maju kalau iklim tak kondusif. Pengusaha dua syarat yang dimintanya, aman dan untung.” Ini tugas utama kita bagaimana investor masuk, keamanan terjaga dan investasi untung,” katanya.

Pria yang masih menjabat Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Riau itu juga menginginkan uang harus berputar di Bangkinang. “Bukan tak boleh tinggal di Pekanbaru. Asisten,  camat belanja di Kampar. Uang dapat dari APBD di Kampar beli kentucki fried chicken, makannya di Pekanbaru. Seharusnya dibalik,” ulas Azis.

Untuk mewujudkan itu semua, rasanya langkah Azis tidak terlalu sulit. Hal ini terlihat bagaimana pihak terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pun seolah telah mempunyai langkah langkah kongrit dalam mendukung program tersebut.

Seperti dipermudahnya dalam hal soal perizinan yang saat ini prosesnya lebih efisien, juga dalam era digitalisasi saat ini. Para pelaku usaha diberikan berbagai macam kemudahan dalam proses perizinan.
Juga dari pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja yang telah merencanakan pembangunan kawasan industri. Dan pada 2017 ini telah mengajukan anggaran perencanaan, setelah itu baru masuk ke tahap ganti rugi dan berkelanjutan hingga proses pembangunan.

Menurut Syamsul Bahri selaku Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar, pengembangan kawasan industri ini diharapkan mampu menciptakan sektor ekonomi baru untuk masyarakat.

Bersama kita mendukung apa yang menjadi harapan dan visi Bupati, dan memang sudah selayaknya Kampar mempunyai kawasan industri. Dirinya pun optimis banyak manfaat yang akan dirasakan oleh Kampar, di antaranya akan ada pemanfaatan teknologi, penyerapan tenaga kerja, belanja modal, peningkatan PAD dan dampak lainnya.

‘’Rencananya kita akan membangkitkan kawasan ini di Kecamatan Tambang  yang berbatasan dengan Pekanbaru, di kawasan ini nantinya akan ada pabrik atau industrinya, kawasan pergudangan hingga fasilitas penunjang  lainnya,’’ ujarnya beberapa waktu lalu. (kom04)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.